Hutriselalueksis's Blog











{06/10/2010}   analisis pentingnya mendengarkan

Dalam kehidupan sehari-hari kita tak pernah luput dari yang namanya komunikasi. Komunikasi menjadi faktor penentu keutuhan hubungan kita dengan makhluk lainnya, khususnya hubungan kita antara sesama manusia. Maka diperlukan keahlian dalam berkomunikasi dalam mencapai komunikasi efektif. Untuk mengembangkan komunikasi efektif paling tidak kita harus menguasai empat jenis ketrampilan dasar dalam berkomunikasi yaitu: menulis, membaca (bahasa tulisan) dan mendengar, berbicara (bahasa lisan).

Komunikasi merupakan ketrampilan yang paling penting dalam hidup kita. Kita menghabiskan sebagian besar jam di saat kita sadar dan bangun untuk berkomunikasi. Sama halnya dengan pernafasan, komunikasi kita anggap sebagai hal yang otomatis terjadi begitu saja, sehingga kita tidak memiliki kesadaran untuk melakukannya dengan efektif. Kita tidak pernah dengan secara khusus mempelajari bagaimana menulis dengan efektif, bagaimana membaca dengan cepat dan efektif, bagaimana berbicara secara efektif, apalagi bagaimana menjadi pendengar yang baik. Bahkan untuk yang terakhir, yaitu ketrampilan untuk mendengar tidak pernah diajarkan atau kita pelajari dalam proses pembelajaran yang kita lakukan baik di sekolah formal maupun pendidikan informal lainnya. Bahkan hanya sedikit orang yang pernah mengikuti pelatihan mendengar. Membangun dasar pengembangan keahlian berkomunikasi harus ada unsur bagaimana mendengar secara efektif. Ada beberapa elemen mendengar efektif. Elemen tersebut meliputi perhatian, refleksi, kemampuan toleransi, kemampuan memahami.Kurangnya kemampuan mendengar kita akan mengakibatkan kepekaan kita menurun dalam berkomunikasi. Kita tidak bisa berkomunikasi efektif tanpa menjadi pendengar yang baik. Dan kita tidak bisa menjadi seorang yang baik dalam memecahkan masalah tanpa keahlian berkomuniksi.

Ketiadaan mendengar secara efektif, seringkali pesan yang kita kirim  tidak sama dengan apa yang kita terima. Meskipun hal ini bisa terjadi karena berbagai alasan, kurangnya perhatian dalam mendengar akan merugikan kita terutama saat harus mengingat dan mempertahankan pesan yang kita terima.

Ada sejumlah hal yang dapat kita ambil untuk menjadi pendengar yang baik, termasuk asumsi yang mengatakan bahwa kita tidak perlu mendengarkan  beberapa hal tidak penting. Sebagai contoh, mungkin anda tahu apa yang akan seseorang katakan kepada anda, maka anda hanya perlu menegaskan bahwa benar dia akan berkata demikian. hal lain adalah kegagalan untuk memperhatikan atau selalu mengalah terhadap gangguan, dan kurang melatih apa yang akan anda respons, juga bisa menjadi penyebab pendengar yang kurang baik. Apa yang sering terjadi adalah bahwa, “saat kita menjadi pendengar”, mungkin mengabaikan orang lain saat mencoba untuk memberi tanggapannya, ini merupakan bentuk pencegahan terhadap kegagalan diatas.

Dalam kaitannya dengan mendengar secara efektif. Mendengar aktif adalah alat yang sangat membantu dalam komunikasi yang efektif. Kadang-kadang disebut “mendengar reflektif”, mendengar secara aktif melibatkan pengklarifikasian pesan untuk memastikan bahwa anda mendengar apa yang dikatakan dengan mengulang kembali. Teknik mendengar aktif yang membantu adalah penggunaan ungkapan, “Apa yang anda dengar anda katakan” Ini hanya satu contoh  mendengar reflektif dan merupakan umpan balik. Setiap pertanyaan klarifikasi bisa berfungsi sebagai mendengarkan aktif. Intinya adalah bahwa ketika anda memperjelas pesan, anda memastikan bahwa anda telah menerima pesan sama dengan yang dikirim, atau dimaksudkan.

Kadang-kadang proses masih bisa menggelincirkan ketika dimaknakan “apa yang anda dengar anda katakan” pesan yang diklarifikasikan kemudian disimpulkan “bukan itu yang saya katakan”, dan kemudian sebuah argumen terjadi atas mana yang benar. Pembicaraan dapat digelincirkan oleh debat tentang apa yang sebenarnya dikatakan atau tidak dikatakan pada awal mulanya. Hal ini mudah diatasi oleh setiap orang mengingat bahwa tujuan komunikasi efektif, tidak membuktikan siapa yang benar secara mutlak. kalimat yang baik untuk mengingat untuk situasi ini adalah “sebenarnya, apa yang saya katakan adalah dimaksudkan untuk “konfirmasi”.

Mendengar reflektif membawa dalam keadaan merasa canggung, tidak wajar, aneh, kaku. Namun hal ini, memiliki sejumlah manfaat berharga dalam belajar dan berlatih. Melalui mendengarkan aktif anda dapat menghilangkan sebagian besar argumen anda dengan memastikan bahwa pesan yang diterima adalah salah satu yang dikirim. Dengan hati-hati menjelaskan pesan, anda dapat mengidentifikasi pola dalam asumsi dan keyakinan menyimpang. Setelah pola telah diidentifikasi, asumsi dan keyakinan dasar bisa ditantang dan diganti dengan setidaknya pikiran netral.Ketika Anda dapat benar-benar mendengar apa yang dikatakan dalam percakapan Anda, Anda cenderung tidak terlibat dalam lingkaran debat, dengan masing-masing menyiapkan diri dan menghindari timbulnya miskomunikasi.

Kegiatan berbicara dan mendengar merupakan dinamika komunikasi. Di samping keterampilan berbicara dalam komunikasi kita harus memiliki keterampilan mendengar. Sayangnya, banyak dari kita hanya mahir berbicara tetapi kurang sekali dalam melakukan kegiatan ”mendengar”. Banyak orang yang berkomunikasi seolah-olah mendengar tetapi sesungguhnya tidak ”mendengar”, karena yang bersangkutan tidak menyimak. Menyimak dan mendengar adalah berbeda. Kita boleh mendengar tapi belum tentu menyimak. Kita dapat membeli alat pendengaran, tetapi tidak dapat membeli alat simak.

Faktor mendengar ternyata bagian penting dari keseluruhan proses komunikasi. Hasil komunikasi tidak optimal jika orang yang terlibat dalam proses komunikasi tidak mau/tidak berupaya saling mendengar. Jadi, mendengar dalam kegiatan komunikasi diperlukan. Karyawan yang teruji dalam kecakapan insani (softskills) yang sangat tinggi tingkat menyimaknya juga tinggi. Makin tinggi daya menyimak makin meningkat pula kecakapan insani karyawan.Jika kita mendengar dengan baik daya empati kita terhadap sesama (orang lain) juga akan baik, karena dasar dari empati adalah mendengar secara baik apa yang dialami orang lain.

Berikut ini diketengahkan resep yang berisi enam hal yang perlu diperhatikan bila kita melakukan kegiatan mendengar yang baik. Keenam hal ini berasal dari enam huruf dari kata LISTEN (bahasa Inggris) yang berarti mendengar, uraiannya seperti di bawah ini:

  • Look and look interested (lihat dan lihatlah dengan penuh minat). Pada saat mendengar pandanglah lawan bicara Anda dengan penuh antusias dan minat, jangan memalingkan muka Anda.
  • Identify the issue (identifikasi masalah yang disampaikan). Cobalah berupaya mencari tahu persoalan atau poin-poin pesan yang disampaikannya.
  • Suspend the judgment (jangan cepat-cepat menghakimi). Maksudnya adalah jangan terburu-buru kita memastikan pesan-pesan yang disampaikan lawan bicara kita sebelum melakukan hal di bawah ini:
  • Test your understanding (ujilah pemahaman Anda). Untuk mengetahui secara benar apa pesan (persoalan) yang disampaikan lawan bicara kita perlu mengujinya melalui pertanyaan seperti….apakah yang dimaksud oleh Anda itu adalah….
  • Exclude your emotions (kesampingkan emosi Anda). Dalam mendengarkan Anda diminta untuk bersabar dan tidak menampakkan emosi, misalnya, dengan cepat-cepat memotong pembicaraan lawan bicara secara kasar.
  • Notes, noises and non verbal (membuat catatan, mengeluarkan suara tertentu dan gerakan nonverbal). Bila perlu Anda diminta untuk menuliskan poin-poin penting, atau mengeluarkan suara tertentu yang mengindikasikan bahwa Anda benar-benar sedang memperhatikan lawan bicara seperti suara em…oh ya… dan sebagainya. Serta lengkapi kegiatan mendengar Anda dengan gerakan-gerakan nonverbal seperti mengangguk-angguk, menggeleng-gelengkan kepala dan sebagainya yang membuat lawan bicara Anda merasa yakin pesannya memang betul-betul disimak oleh Anda.

Sesungguhnya “mendengar” mempunyai kekuatan yang banyak, antara lain: Pertama, menjauhkan diri dari kesulitan. Dengan menjadi pendengar yang baik, seseorang cenderung lebih teliti memperhatikan petunjuk, saran, peringatan sehingga terhindar dari kesulitan atau masalah akibat kelalaian yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Kedua, menerima banyak informasi, menambah wawasan. Banyak hal yang terjadi di sekitar kita. Semakin banyak kita mendengar  dan memahami suatu kejadian. Kita semakin profesional karena kita belajar dari pengalaman. Semakin banyak informasi yang kita miliki, semakin luas wawasan kita.
Ketiga, membuat kita lebih bijaksana. Mendengarkan bukan hanya meningkatkan kecerdasan seseorang, melainkan juga membuat seseorang lebih bijak. Dengan banyak mendengarkan seseorang memiliki informasi lebih banyak dari orang lain. Dalam mengambil tindakan dan keputusan, mereka selalu berdasarkan informasi yang baik dan tepat yang pernah mereka dengar. Keempat, membantu memahami orang lain. Salah satu cara memahami orang lain adalah dengan mendengarkan apa yang dia bicarakan mengenai suatu masalah. Dengan mendengarkan pembicaraannya, kita bisa memahami bagaimana cara berfikirnya. Dengan mengetahui cara berfikirnya, maka kita bisa mengetahui bagaimana seharusnya kita bertindak, bersikap dan memposisikan diri. Kelima, mendukung keberhasilan dalam bernegosiasi. Dua kunci untuk memperoleh apa yang kita inginkan dari orang lain adalah mengetahui apa yang ingin mereka berikan dan apa yang perlu dilakukan untuk membuat mereka memberikan lebih banyak lagi. Satu-satunya cara untuk mengetahui hal itu adalah mendengarkan, mendengarkan dan mendengarkan. Keenam, mengurangi rasa marah dan curiga terhadap orang lain. Tanggapan awal terbaik terhadap emosi dilakukan oleh telinga anda. Bila kita mendengarkan seseorang yang sedang marah, kita akan mengetahui sebab kemarahannya. Kemudian kita memperlihatkan empati, dan menyediakan ventilasi yang akhirnya membuat orang tersebut menjadi lebih rasional. Sangatlah bodoh untuk berusaha mengetahui dasar kemarahan seseorang sebelum kita dapat memahaminya, berempati kepadanya, dan meredakan kemarahannya. Ketujuh, meningkatkan kualitas cinta dalam hidup.  Salah satu ungkapan rasa cinta yang paling meyakinkan adalah dengan mendengarkan. Seseorang merasa dihargai dan dipedulikan ketika kita menaruh perhatian dan mendengarkan apa yang mereka ungkapkan.

Jadi dari beberapa penjelasan di atas maka, sangatlah jelas bahwa “mendengar” merupakan hal salah satu faktor penentu keefektifan dalam proses komunikasi.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: